Kota Oksibil saat ini sudah berubah, banyak perkembangan yang terjadi mulai dari didirikannya beberapa perumahan milik pemerintah dan milik swasta, pengaspalan jalan di kota, penambahan fasilitas penunjang dan dibukanya wilayah kota baru. Fasilitas penunjang antara lain sarana air bersih dari PAM, listrik dari jam 06 pagi sampai jam 12 malam dan pengaspalan bandara udara Oksibil.
Walaupun perkembangan di kota sudah dikatakan baik , namun masih terdapat beberapa masalah yang perlu untuk diselesaikan yakni, masih kurangnya sarana transportasi sehingga menyebabkan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan. Selain itu terdapat dua penginapan di kota yakni Penginapan Pastoran (Katolik) dan penginapan swasta, dengan biaya sekitar Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per hari. Minyak tanah dan besin seharga Rp35.000 – Rp 40.000.
Sangat diharapkan sekali perhatian yang serius dan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan provinsi, sehingga pembangunan dioksibil secara khusus dapat dirasakan oleh masyarakat.
- Saya dgn latar gunung botak
- Saul Taplo dgn latar Barak Staff Pegawai Pemda
- Perumahan Eselon III (Rumah Papan)
- Perumahan Eselon III (Rumah Baja Ringan)
- Perumahan DPR di Okpol
- Pertigaan Tugu Kota Oksibil
- Penumpang yg menunggu pesawat
- Pemandangan Kota Oksibil dari Jalan kantor Bupati
- Pemandangan dari Gunung OKPOL
- Pangkalan Ojek Oksibil
- Suasana Ojek di Bandara Oksibil
- Lapangan SMA
- Kantor Bawasda
- jalan PKT yg belum diaspal
- Jalan Kabiding Pasar
- ini Saya di dapur Ngalum
- Suasana Bandar Udara Oksibil
- jalan kabiding (belum diaspal)
- Jalan Kabiding (dalam proses pengaspalan)




















My son is very proud yangat village if my village became an independent city from invaders.
My children are very proud of the village if the village I became an independent city from invaders.
Contribute a better translation
Ya, Papua harus berkembang, jangan tertinggal dengan daerah lainnya di Indonesia, ngomong2, harga hotelnya mahal yah!!, gimana parawisata bisa tumpah ruah jika pelayanan publik seperti ini!
mmmm……ternyata hidup di oksibil sangat mahal ya…tapi sebagai orang yg lahir di papua saya sangat ingin mengabdi di oksibil sebagai tenaga pendidik. sesuai dengan latar belakang saya yaitu sarjana pendidikan…andaikan saja pemerintah setempat mau menjadi jembatan atas hambatan saya ini tentu saja saya akan sangat senang dan berterima kasih.
menurut saya,kendala yang paling utama dalam perkembangan peg.bintang itu adalah transportasinya karena hanya mengandalkan transportasi udara yang belum sehingga harga barang disana menjadi sangat mahal…
Salam dari kami saudara jauh ku