JAYAPURA-Mahalnya harga tiket pesawat udara Sentani- Pegunungan Bintang (Oksibil) khususnya Pelita Air memunculkan keprihatinan Ikatan Mahasiswa Pelajar Pegunungan Bintang (Imppetang) Se- Indonesia di Jayapura. Padahal keberadaan maskapai penerbangan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Pemkab Pegunungan Bintang untuk membantu sarana transportasi bagi masyarakat Pegunungan Bintang. Ketua BP Imppetang di Jayapura, Yulianus Uropdana mengungkapkan, pihaknya minta kepada Pemkab Pegunungan Bintang untuk meninjau kembali kebijakan kontrak kerja dengan Pelita Air, karena tidak membantu masyarakat justru sangat membebani dan memberatkan masyarakat. ” Saya minta Pemkab dan manajemen Pelita Air segera bertemu dan berkoordinasi untuk menurunkan harga tiket yang bisa dijangkau masyarakat. Jika dalam dua minggu ini aspirasi kami tidak direspon, kami mahasiswa dan masyarakat Pegunungan Bintang akan memalang kantor Pelita Air yang ada di Sentani,”ancam Yulianus kepada wartawan di Asrama Mahasiswa Pegunungan Bintang di Buper Waena, Senin (10/8). Menurutnya, sejak Trigana Air mendapat larangan terbang ke Pegunungan Bintang, sarana angkutan udara hanya dimonopoli Pelita Air, sehingga mereka dengan seenaknya menentukan harga tiket sesuai kemauan manajemen. Sementara saat Trigana Air melayani penerbangan dari Sentani- Pegunungan Bintang, harga tiket sangat murah antara 150 ribu hingga 500 ribu. Karena itu, dirinya meminta agar tarif tiket Sentani- Pegunungan Bintang dari Rp 1,5 juta segera diturunkan menjadi Rp 500 ribu. Selain itu, mereka juga mempertanyakan kebijakan bupati yang melarang beberapa jenis penerbangan untuk beroperasi di wilayah Pegunungan Bintang, salah satunya Trigana Air yang dinilai sangat membantu dan meringankan beban masyarakat. (mud)
Sumber: Cepos 12 agustus 2009

Yoo bicara begitu tapi sama saja- pemda traakan selesaikan masalah. dong tu cuma tau dapat uang.
(minta maaf tapi itu kenyataan ya)
tong tra bisa samaratakan,,,bahwa semua itu sama, apalagi yang negatif,, apa yang pemda buat untuk dia pu rakyat tu pasti baik apa adanya,,,, mungkin hanya proses (kearah yang lebih baik) saja yang butuh waktu… apakah cepat ato lama……..kalo pemda pu pesawat sendiri sa yakin harga dapt disesuaikan dengan kebutuhan rakyat……jadi..!!! sa tra setuju dengan pace pu pendapat yang hanya tau dapat uang saja YEPMUM
kamu dua sama saja,kamu tidak pernah tahu yang sebenarnya jika Anda mau menyuarakan realita yang ada di suatu daerah Anda harus mengetahui secara jelas apa yang terjadi di balik semua itu…
kalo bicara soal tarif transportasi dari jayapura ke pegunungan bintang kamu harus tahu bahwa badan legislatif kab.pegunungan bintang sampai saat ini belum merumuskan perda hal ini yang membuat semua kebutuhan hidup di Kabupaten Pegunungan BIntang mendunia…..
Perda tidak disahkan oleh bapak bupati yang berhak merumuskan perda adalah badan legislativ dari suatu kabupaten….teman-teman kami harus belajar banyak tentang mekanisme pemerintahan Indo0nesia yang telah dipraktekan di daerah pemekaran di seluruh papua…..tetap smngat baca buku banyak supaya jangan keliru.
justru itu…!!! perda belum ada maka bupati sebagai pengambil kebijakan……harus bergerak cepat dalam bertindak. walaupun ongkos transport terbilang tinggi, tapi itu adalah jalan terbaik untuk saat ini….Anda juga dapat melihat kondisi oksibil saat ini yang telah berkembang pesat dibanding kabupaten pemekaran lainnya secara khusus diwilayah pegunungan.
hallo ,kemana saya mohon bisa mendapatkan informasi tentang peg.bintang dan dapat di emailkan ke harijantodjoko22@yahoo.com ——-terima kasih
kaka saya ada buat bloger jadi kaka bisa kujungi disitu kak terina kasi kaka
Kunjungan kepala distrik okhika pertama kali kunjungi ke balngombakon, sebagai tempat ibu kota distrik okhika sekaligus perintakan masyarakat untuk buka lokasi kantor Distrik namun sampai denga hari ini belum bangun
Kapan kah pemerintah akan bangun di daerah ini? Ada utang utang apa dari masyarakat terhadap Pemerintah?
Wilaya Okhika sebagai daerah yang masi primitive (daerah yang tertinggal ) sebab sekian puluh tahun kami masyarakat okhika tunggu pembanunan tetapi sampe dengan sekarang masi belum bangun.
Apakah Pemerintah tidak mampu untuk bangun di daerah ini?
semua butuh proses, jadi,…ya kita sama-sama tunggu saja.. oke.!